Mamfaat untuk KSPPS PKM

KSPPS Pilar Keluarga Mandiri ini  Harus Besar dan Berkelanjutan

Agar KSPPS bisa survive → stabil → mandiri dari hasil bisnis, maka ada tahapan sumber topangan:

Tahap 1 — Tahun 0–2 (Masa Bertahan & Membangun Sistem)

Di fase ini, koperasi BELUM boleh bergantung pada hasil bisnis.

Koperasi harus ditopang kuat oleh anggota.

Komposisi topangan ideal:

Sumber Topangan

1. Simpanan, tabungan berjangka, investasi anggota : 65–75%

2. Hasil margin/ujrah pembiayaan & usaha kecil :15–20%

3. Dana sosial & toleransi error : 5–10%

Artinya: ±70% napas koperasi ditopang anggota.

Kenapa besar?

Karena di 2 tahun pertama pasti aka nada terjadi:

  1. Angsuran molor
  2. Arus kas belum stabil
  3. Sistem belum matang
  4. Karakter anggota masih diuji

Jika ini tidak disiapkan, koperasi biasanya tumbang di tahun pertama.

Tahap 2 — Tahun 3–4 (Masa Stabil)

Saat:

  1. Pola angsuran sudah terbaca
  2. Disiplin anggota sudah terbentuk
  3. Usaha/jualan anggota mulai jalan
  4. Margin usaha mulai rutin

Komposisi berubah:

Sumber Topangan

1. Anggota (simpanan, tabungan, investasi): 40–50%

2. Hasil bisnis & pembiayaan: 40–50%

3. Dana sosial: 5–10%

Di sini koperasi mulai berdiri dengan kakinya sendiri.

Tahap 3 — Tahun 5 ke atas (Masa Mandiri)

Saat bisnis anggota dan koperasi sudah kuat.

Sumber Topangan

1. Hasil bisnis & pembiayaan: 65–75%

2. Anggota (sebagai likuiditas & ekspansi): 20–30%

3. Dana sosial: 5%

Di fase ini:

Koperasi tidak lagi “ditolong anggota”,

tapi hasil bisnis yang menopang koperasi.

Kesimpulan Kuncinya

Agar koperasi selamat:

  1. 2 tahun pertama: 70% ditopang anggota
  2. Tahun ke-3: 50% anggota – 50% bisnis
  3. Tahun ke-5: 70% bisnis menopang koperasi

Kalau ini dipahami sejak awal oleh anggota, maka mereka sadar:

Mereka bukan hanya anggota,

tapi pondasi hidup koperasi di awal berdiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top